Mobil Ditembak dan Dibakar di Timika, Satu Tewas

Kompas.com - 09/01/2012, 13:07 WIB

TIMIKA, KOMPAS.com - Sebuah mobil pengawas trailer milik PT Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI) LWB 01-3608 ditembak dan dibakar oleh orang tak dikenal di sekitar Mil 52 jalan poros tambang PT Freeport Indonesia, Senin (9/1/2012) sekitar pukul 08.15 WIT.

Informasi yang dihimpun di Timika menyebutkan, insiden itu mengakibatkan seorang karyawan PT KPI, Nasyun Naboth Simopiaref meninggal dunia dan seorang karyawan lainnya, Thomas Bagiarsa mengalami luka bakar. Kedua korban sudah dievakuasi ke Klinik Kuala Kencana.

Aparat kepolisian dari Polres Mimika dan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan PT Freeport saat ini sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kepala Polres Mimika, AKBP Denni Edward Siregar sejauh ini belum bisa dikonfirmasi terkait insiden penembakkan dan pembakaran mobil PT KPI di ruas jalan poros tambang PT Freeport.

Kasus penembakkan dan pembakaran mobil di areal Freeport tersebut menambah panjang rentetan aksi teror penembakkan oleh orang tak dikenal di areal Freeport sejak 2009. Hingga saat ini teror penembakkan oleh orang tak dikenal di areal Freeport telah terjadi sekitar lebih dari 40 kasus dan telah menewaskan lebih dari 10 orang. Ironisnya, tidak satupun kasus penembakkan di areal Freeport mampu diungkap hingga tuntas oleh aparat kepolisian.

Pascatercapainya kesepakatan damai antara Serikat Pekerja PT Freeport dan manajemen perusahaan pada pertengahan Desember 2011, helikopter sewa PT Freeport sempat ditembak oleh orang tak dikenal, saat baru beberapa menit lepas landas dari Tembagapura menuju Timika. Saat itu, seorang isteri karyawan kontraktor Freeport berkewarganegaraan Filipina terluka karena terkena pecahan kaca.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau